Hebat! Harga BBM Dari Kilang Pertamina Kini Bisa Saingi Singapura

Hebat! Harga BBM Dari Kilang Pertamina Kini Bisa Saingi Singapura

- detikFinance
Selasa, 31 Mar 2015 14:34 WIB
Hebat! Harga BBM Dari Kilang Pertamina Kini Bisa Saingi Singapura
Jakarta - PT Pertamina (Persero) memiliki enam kilang minyak yang tersebar di berbagai daerah. Kilang-kilang ini sebagian besar berusia tua, sehingga tidak efisien bahkan lebih mahal daripada impor bahan bakar minyak (BBM) di Singapura. Namun, sekarang hal tersebut tidak terjadi lagi.

Menteri ESDM Sudirman Said menegaskan, kilang minyak Pertamina saat ini lebih efisien dan biayanya pengolahannya tidak lagi di atas BBM impor. Harga BBM dari kilang minyak Pertamina sudah setara dengan harga acuan di Singapura, yaitu MOPS (Mean of Platts Singapore).

"Saya mendapat laporan dari Pertamina, biaya pengolahan (kilang minyak) sudah lebih efisien, dari yang tadinya selalu di atas MOPS, sekarang sudah sama, bahkan beberapa waktu lebih rendah dari MOPS," ungkap Sudirman ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (31/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data dokumen Tim Reformasi Tata Kelola Sektor Migas yang dikutip detikFinance, kilang minyak yang dimiliki Indonesia saat ini sebagian merupakan warisan pemerintahan kolonial Belanda.

"Kilang-kilang pengolahan minyak mentah menjadi BBM milik Indonesia mengalami penuaan dan sudah tidak efisien. Kilang pengolahan paling muda usianya sudah 20 tahun lebih, yaitu Kilang Balongan, selebihnya adalah kilang tua bahkan ada di antaranya yang peninggalan pemerintah kolonial," jelas dokumen Tim Reformasi Tata Kelola Sektor Migas.

Kilang-kilang minyak tersebut saat ini dioperasikan dan dikelola oleh PT Pertamina (Persero). Pertamina harus menanggung kerugian akibat tidak efisiennya kilang.

"Dalam lima-empat tahun terakhir, rata-rata kerugian operasi kilang mencapai Rp 10 triliun per tahun. Keadaan ini, sering memaksa Pertamina lebih baik mengimpor BBM daripada harus mengolah sendiri tetapi terus membukukan kerugian," jelas dokumen Tim Reformasi Tata Kelola Sektor Migas.

Sebelumnya, Sudirman juga pernah mengungkapkan, harga produksi BBM pada kilang minyak yang dioperasikan Pertamina lebih mahal 4%, daripada harga MOPS.

"Bayangkan, produksi BBM di kilang Pertamina harganya 104% di atas harga MOPS, atau lebih mahal 4% dari harga jual di pasar Singapura. Artinya semakin banyak produksi, kerugian makin besar," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Namun kini, berdasarkan laporan Direksi Pertamina hari ini kepadanya ketika rapat di Kantor Kementerian ESDM, produksi kilang minyak Pertamina sudah lebih efisien.

"Karena itu, kepada Pertamina kita sarankan dan beri pesan, lanjutkan efisiensi, masyarakat lebih trust (kepercayaan) dan confidence (kepercayaan diri) kepada BUMN kita," tutup Sudirman.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads