Pertamina melakukan perombakan di tubuh petinggi Petral. Salah satunya mengganti Dirut Petral dari Bambang Irianto ke Totok Nugroho pada Selasa (20/1/2015).
"Kami serombongan beberapa waktu lalu datang ke Singapura untuk bertemu direksi Petral. Menteri ESDM (Sudirman Said), Direktur SDM Pertamina (Dwi Wahyu Daryoto), dan Tim Reformasi Tata Kelola Migas. Dalam pertemuan itu, kita dapat informasi salah satunya gaji dan pesangon," kata Faisal dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (1/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga mendapatkan data pemberian pesangon yang diberikan kepada Presiden Petral karena dia diganti. Nilainya sebesar SG$ 1.195.508,15 (Rp 11,4 miliar)," kata Faisal.
Tidak hanya itu, lanjut Faisal, petinggi Petral pun dapat fasilitas kelas wahid. "Direktur Petral dapat fasilitas apartemen di Four Seasons Singapura. Itu kelasnya tinggi sekali," ungkapnya.
Faisal pun membandingkan dengan perusahaan induknya, yaitu Pertamina. "Dirut saja (gaji) Rp 200 juta/bulan," ujarnya.
Dibandingkan dengan perusahaan minyak swasta dalam negeri, demikian Faisal, standar Petral juga masih tinggi. Faisal mencontohkan informasi yang diperolehnya dari Lukman Mahfoedz, Direktur Utama PT Medco Energi International Tbk (MEDC).
"Saya tanya ke Pak Lukman, kalau pesangon perusahaan minyak berapa? Pak Lukman bilang paling 1,5 kali dari gaji pokok. Kalau direktur Petral bisa 5 kali," tegas Faisal.
Oleh karena itu, Faisal menyebutkan temuan-temuan tersebut berbeda dengan keterangan dari Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina.
"Jadi ini bertentangan dengan penjelasan dari Pertamina. Ibu Wianda yang bilang gaji Petral belum termasuk biaya apartemen," kata Faisal.
(hds/hen)











































