"Konsumsi minyak solar turun signifikan. Hampir 7.000 kiloliter (KL) per hari, malah impor solar dalam dua bulan ini tidak ada, sudah nol," kata Vice President Fuel Marketing Pertamina, M. Iskandar, ditemui di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/5/2015).
Iskandar mengatakan, seluruh kebutuhan solar saat ini masih bisa dipasok dari kilang dalam negeri. "Kita sampai tidak impor solar dari 2 bulan yakni di Februari-Maret, selain konsumsinya turun, stok di tangki timbun juga masih cukup banyak," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Solar turun dugaan saya karena banyak tambang batu bara yang tutup, sehingga mobilitas truk-truk angkutan tambang berkurang. Tapi ini khusus solar subsidi saja ya, karena solar non subsidi saya nggak punya datanya. Pada 2014 konsumsi solar subsidi rata-rata mencapai 43.000 KL per hari, sekarang ini turun hanya 37.000 KL per hari," tutupnya.
(rrd/dnl)











































