"Tentu harga minyak yang anjlok ini sangat berdampak pada KKKS, kita baru selesai susun Work Program & Budget (WP&B) November lalu dengan patokan harga minyak US$ 105 per barel, tapi Januari harganya anjlok ke US$ 50 per barel, tentu berdampak besar sekali," kata Kepala Hubungan Masyarakat SKK Migas, Rudianto Rimbono ditemui di Gedung DPR/MPR, Senin (6/4/2015).
Work Program & Budget (WP&B) adalah rencana program kerja dan anggaran yang diajukan oleh KKKS kepada SKK Migas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka (KKKS) pastinya akan mem-freeze (membekukan) tambahan pegawai baru, kalau memangkas pegawai saya kurang tahu, itu tergantung bagaimana kebijakan manajemen KKKS masing-masing, tapi yang jelas turunnya harga minyak saat ini di harga US$ 50-US$ 60 per barel sangat berdampak signifikan ya," ucapnya.
Namun, walaupun KKKS melakukan revisi WP&B 2015, tidak akan terlalu berdampak pada turunnya biaya cost recovery yang ditetapkan dalam APBN-P 2015 sebesar US$ 16,5 miliar.
"Kalau WP&B direvisi, beberapa proyek harus ditunda, tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap klaim cost recovery, karena cost recovery ini proyeknya sudah dilakukan tahun-tahun sebelumnya," tutup Rudianto.
(rrd/dnl)










































