"Kita akui elektrifikasi di Sumba ini masih minim. Pada 2014 mencapai 48,5%, artinya sebagian besar warganya masih belum menikmati listrik," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana, ditemui di sela kunjungan Menteri ESDM Sudirman Said, ke Sumba Timur, NTT, Rabu (8/4/2015).
Rida mengatakan, memang tidak mudah untuk mengaliri listrik ke masyarakat di NTT khususnya di Sumba. Daerahnya yang sangat luas, dan penduduknya masih sedikit, membuat PLN maupun pemerintah kesulitan menyalurkan listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah bicara ke Pak Sekda Sumba Timur, kalau bisa masyarakatnya dikumpulkan satu wilayah bisa lebih mudah dapat listrik, dapat air, dan lainnya karena terpusat. Kalau berpencar-pencar, kabelnya jauh, listrik yang dihasilkan keburu habis sebelum sampai ke rumah," ujarnya.
Rida mengungkapkan, bila warga terkelompok, maka akan mudah bagi pemerintah maupun PLN memasang instalasi listrik.
"Kita bisa buatkan PLTB, PLTS, sampai PLT biomass atau biodiesel, karena potensi di Sumba itu banyak sekali, di Sumba itu musim kemaraunya 9 bulan dalam satu tahun, panasnya terik itu energi, lalu di sini anginnya kencang-kencang, di sini juga lahannya luar bisa ditanami tebu, jagung, singkong, dan lainnya untuk bioetanol," tutup Rida.
(rrd/dnl)











































