Pasalnya, saat ini harga jual minyak dunia sedang turun sehingga produksi harus dilakukan dengan efisien. Anak usaha PT Medco Energy Internasional Tbk (MEDC) itu sudah melakukan optimalisasi kegiatan di lapangan, peningkatan kapasitas sumur dengan workover, dan pemasangan pompa Artificial Lift ESP, serta peningkatan perawatan sumur-sumur produksi.
Produksi gas dari blok ini mendukung program gas kota di Kota Tarakan dan juga memasok bahan bakar bagi pembangkit listrik milik PT PLN Tarakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam rangka mempertahankan tingkat produksi, Perseroan selama tahun 2013 dan 2014 telah melakukan pemboran 2 sumur eksplorasi dan 3 sumur Pengembangan serta pekerjaan workover di beberapa sumur produksi. Kami yakin, sumur-sumur di Tarakan walaupun sudah tua masih mempunyai potensi produksi dan dapat memberikan kontribusi pada produksi minyak nasional," ujar Manajer Operasi Medco E&P Blok Tarakan, Nugraha Alibasah, dalam siaran pers, Kamis (8/4/2015).
Produksi gas dari blok ini juga digunakan untuk kebutuhan PLN Tarakan dan masyarakat Kota Tarakan sebagai bagian dari pelaksanaan program gas kota.
Penyediaan gas untuk listrik dan gas kota merupakan dukungan Medco E&P terhadap program pemerintah dalam upaya mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Program Gas Kota di Tarakan dilaksanakan di dua kelurahan yaitu Kelurahan Sebengkok dan Selumit Pantai. Di dua kelurahan tersebut terdapat sekitar 3.360 Kepala Keluarga (KK) yang telah mendapatkan sambungan jaringan pipa gas dari Pemerintah Kota dengan gas yang berasal dari Medco E&P.
Saat ini, cadangan gas di Blok Tarakan sudah sangat berkurang sejak pengaliran perdana di tahun 1997. Kapasitas yang masih ada tetap memprioritaskan kegunaan bagi kepentingan masyarakat.
“Keberhasilan tersebut juga dapat dicapai karena blok Migas ini memiliki struktur organisasi yang ramping dengan tim kerja yang efisien dan efektif. Hal ini terbukti dengan dengan lifting cost selama tahun 2014 yang masih di bawah US$ 20 per barel. Dengan demikian, walaupun harga minyak dunia turun dan sekarang bergerak di kisaran US$ 55-60 per barel, Blok Tarakan tetap ekonomis produksinya,“ tambah Nugraha.
Medco E&P memulai operasinya di Blok Tarakan tahun 1992 untuk jangka waktu 10 tahun dan perpanjangan kontrak 20 tahun sampai dengan tahun 2022.
(ang/dnl)










































