"Memang kondisi anjloknya harga minyak sampai sekarang ini, membuat sumbangan pendapatan dari sektor migas berkurang, tahun lalu sekitar US$ 30 miliar, ya tahun ini akan berkurang sepertiganya," ujar President Director & CEP PT Medco Energi Internasional Tbk, Lukman Mahfoedz, di Hotel Dharmawangsa, Kamis (9/4/2015).
Namun menurut Lukman, Indonesia adalah pengguna BBM cukup besar dibandingkan dengan produksi minyaknya. Hal ini menguntungkan karena biaya impor jadi lebih murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai harga BBM di dalam negeri yang saat ini terus naik seperti yang terjadi pada 28 Maret lalu, pemerintah menaikkan harga BBM premium jadi Rp 7.300/liter dan Solar Rp 6.900/liter.
"Itu kan harga keekonomian, justru kita harus dukung, daripada dihabiskan untuk disubsidi dan makin membebani negara, mending uangnya untuk bangun infrastruktur," tutupnya.
(rrd/hen)











































