Pengusaha wanita, Dewi Motik mempertanyakan, kenapa Indonesia saat ini masih belum mencoba membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Padahal negara maju sudah menjadikan nuklir sebagai sumber energinya.
"Aneh kok nggak pakai nuklir, padahal 20 negara yang maju itu semua pakai nuklir. Kalau pakai nuklir mengapa harus ingatnya Saddam Husein, AS, perang, nuklir itu untuk energi," kata Dewi kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam acara seminar bertajuk 'Indonesia & Diversifikasi Energi, Menentukan Arah Kebijakan Energi Indonesia' di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih ada negara yang menggunakan nuklir, seperti Prancis dan Korea Selatan. Namun JK mengatakan, Prancis dan Korsel tetap menggunakan nuklir karena negara tersebut tidak memiliki sumber energi lain.
"Korea tidak punya apa-apa, tidak punya batu bara, tidak punya hidro, gas. Prancis tidak punya batu bara, kan harus sesuai kondisi negaranya. AS 60% punya energi, dia tetap batu bara, sekarang kembali ke gas ada shale gas, tidak semua negara pakai nuklir," jelas JK.
Seperti diketahui, 5 negara terbesar yang telah memiliki PLTN adalah Amerika Serikat (AS) dengan 100 unit PLTN, disusul Prancis dengan 58 unit, Jepang 48 unit namun karena tragedi Fukushima saat ini baru 2 unit yang beroperasi karena pemeriksaan keselamatan pasca kecelakaan. Kemudian Rusia dengan 33 unit serta Korea Selatan di posisi kelima dengan 23 unit.
Selain itu, Amerika Utara dan Amerika Latin sebanyak 125 unit, dan Asia sebanyak 123 unit. Jumlah PLTN di Asia sudah hampir menyamai jumlah PLTN di Amerika, sedangkan di Afrika, hanya ada 2 unit PLTN yang beroperasi.
(dnl/hen)











































