PGN dan Pertamina Rapat dengan DPR, Ini Hasilnya

PGN dan Pertamina Rapat dengan DPR, Ini Hasilnya

- detikFinance
Rabu, 15 Apr 2015 17:13 WIB
PGN dan Pertamina Rapat dengan DPR, Ini Hasilnya
Ilustrasi suasana rapat di Komisi VI DPR
Jakarta - Dua BUMN energi, PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), hari ini dipanggil Komisi VI DPR. Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut mulai pukul 11.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Bertempat di ruang rapat Komisi VI DPR, Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Rabu (15/4/2015), rapat dihadiri jajaran direksi Pertamina dan PGN.

Hadir Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, Direktur Pamasaran Pertamina Ahmad Bambang, Direktur Energi Baru Terbarukan Pertamina Yenni Andayani, dan Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam. Sedangkan dari PGN dihadiri Direktur Utama Hendi Prio Santoso, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Wajid Sutopo, dan Direktur Pengusahaan Jobi Triananda Hasjim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut hasil rapat yang disepakati:

  1. Komisi VI DPR meminta Pertamina dan PGN untuk melakukan sinergi pada pelaksanaan kegiatan pengelolaan gas bumi untuk kemakmuran rakyat Indonesia.
  2. Komisi VI DPR meminta Kementerian BUMN mendukung dan berperan aktif dalam mengatasi masalah yang dihadapi PGN, antara lain dalam alokasi pasokan gas, regulasi, perizinan, serta pemanfaatan lahan dalam rangka mewujudkan perusahaan gas nasional yang tangguh.
  3. Komisi VI DPR meminta pemerintah melalui Kementerian BUMN secara resmi menugaskan Pertamina menjadi operator tunggal dalam mengelola Blok Mahakam dan meminta Pertamina segera mempersiapkan masalah teknis dan non teknis.
  4. Komisi VI DPR meminta Pertamina dan PGN melakukan efisiensi untuk menekan biaya produksi dan mampu bersaing dalam rangka Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
"Kami siap menjalankan keputusan Komisi VI kepada PGN dalam rangka menjadikan PGN sebagai National Gas Company. Kami akan terus memperluas pembangunan infrastruktur gas bumi baik pipa maupun non pipa dan perluasan pemanfaatan gas bumi bagi seluruh segmen masyarakat," papar Hendi.

(rrd/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads