Seperti diketahui juga, Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi yang dipimpin Faisal Basri, meminta agar Pertamina menghapus bensin premium, karena premium yang memiliki RON 88 ini sudah tidak ada lagi dijual di pasar minyak internasional. Apalagi mayoritas negara di dunia minimal menggunakan bahan bakar RON 92 alias Pertamax 92.
Langkah Pertamina menghapus bensin premium ini mendapat dukungan dari pemerintah. Salah satunya dari Menko Perekonomian Sofyan Djalil. Menurutnya memang sudah seharusnya Indonesia meninggalkan bensin premium, yang dikategorikan bensin kotor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah memang menginginkan bensin premium RON 88 dihilangkan karena kualitasnya yang buruk. "Pemerintah memang ingin RON 88 hilang," kata Sofyan.
Kebijakan Pertamina menghapus bensin premium ini tidak perlu izin ke pemerintah atau DPR. Karena premium sudah tidak lagi mendapatkan subsidi.
"Tidak perlu (ke DPR), ini kan aksi korporasi. Selama itu baik, kita dukung, Seperti Vi Gas kemarin, itu bagus. Bisa langsung dilakukan. Jadi kami dukung, silakan kerjakan," tegas Sofyan.
Bagaimana langkah Pertamina yang mulai menghapus premium bulan depan, apa pengganti premium dan bagaimana kualitas bensin baru tersebut, berikut rangkuman berita yang dihimpun detikFinance, Jumat (17/4/2015).
1. Bertahap, Premium Dihapus di Kota Besar
|
|
"Secara bertahap, di pusat-pusat kota, tidak ada lagi premium. Kita akan ganti dengan bahan khusus yang kualitasnya di atas premium, RON-nya lebih tinggi, tapi harganya masih di bawah Pertamax RON 92," ujar Bambang kepada detikFinance.
Saat ini Pertamina sedang menyiapkan nama dan logo untuk bensin pengganti premium, yang kualitasnya lebih baik dari bensin premium, namun harganya masih di bawah Pertamax 92.
2. Banyak Kelebihan dari Bensin Baru Pengganti Premium
|
|
"Bensin baru ini RON-nya pasti lebih tinggi dari Premium yang hanya RON 88, plus aditif, pastinya bahan bakar ini buat tarikan lebih halus, bertenaga, ramah, dan melaju lebih jauh," ungkap Bambang.
Ia yakin, masyarakat tidak akan keberatan dengan bensin jenis baru ini, karena kualitasnya lebih baik tapi harganya lebih murah daripada Pertamax RON 92.
"Masyarakat pasti senang. Dapat pilihan bahan bakar yang lebih baik tapi lebih murah daripada Pertamax," katanya.
3. Tak Ribut Naik-Turun Harga BBM
|
|
Pertamina yakin masyarakat akan banyak beralih ke bensin jenis baru ini, selain kualitasnya lebih baik, harganya tidak semahal Pertamax. Sehingga ketergantungan masyarakat terhadap Premium makin berkurang, jadi tidak 'ribut' lagi bila harga Premium naik-turun setiap bulannya.
"Bensin baru ini juga membantu pemerintah loh. Membantu pemerintah dalam rangka migrasi pengguna premium ke bahan bakar yang lebih baik. Dan dampak kenaikan harga Premium di masyarakat tidak lagi besar, karena sudah banyak yang pindah" kata Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang.
4. Mei, Seluruh SPBU Jalan Tol Tak Jual Premium
|
|
Saat ini tercatat sekitar 28 SPBU ada di dalam ruas jalan tol. Semua dispenser yang sebelumnya berisikan Premium akan berubah menjadi bensin jenis baru pengganti Premium.
Bila bensin jenis baru ini ada di suatu SPBU, berarti SPBU itu tidak lagi menjual Premium, termasuk di SPBU yang berada di jalan tol, tidak lagi menjual Premium mulai Mei nanti," kata Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang.
Khusus untuk angkutan kota yang rutenya ada di pusat kota, Pertamina masih memberikan pelayanan penjualan Premium.
"Tapi ini hanya khusus untuk angkot saja, SPBU-nya juga khusus, ada jalur khusus buat angkot untuk isi premium. Untuk SPBU lainnya di pusat kota sudah tidak lagi dijual Premium," katanya.
5. Pengganti Bensin Premium, Namanya Pertalite
|
|
Termasuk nama bensin pengganti Premium, yakni Pertalite.
"Namanya Pertalite. Mungkin maksudnya bahan bakar yang membuat tarikan mesin ringan, lite-kan ringan. Karena kata Direksi Pertamina, Pertalite ini kualitasnya lebih bagus, tarikan mesin lebih ringan, lebih bersih, dan lebih murah daripada Pertamax RON 92," ungkap kata Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi.
6. Pertalite Dikabarkan Memiliki RON 90-91
|
|
"Pertalite itu RON-nya 90-91, karena Premium kan RON 88 sedangkan Pertamax RON 92. Nah Pertalite kan di antara kedua bensin ini ya, kalau nggak 90 ya 91 RON-nya," ungkap Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi.
Halaman 2 dari 7











































