Jual BBM di Selat Malaka, 3 Bulan Pertamina Untung Rp 1,3 Miliar

Jual BBM di Selat Malaka, 3 Bulan Pertamina Untung Rp 1,3 Miliar

- detikFinance
Jumat, 17 Apr 2015 17:03 WIB
Jual BBM di Selat Malaka, 3 Bulan Pertamina Untung Rp 1,3 Miliar
Jakarta - PT Pertamina (Persero) sejak awal Januari sudah mencari peluang bisnis baru di penjualan bahan bakar minyak (BBM), salah satunya jualan di Selat Malaka. Sejak Januari-Maret, Pertamina sudah meraup untung Rp 1,3 miliar.

"Kita sejak awal tahun mulai masuk ke bisnis penjualan bunker di luar negeri, salah satunya di Selat Malaka, untuk menggarap penjualan BBM kapal-kapal yang melitas di selat tersebut," ujar Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang kepada detikFinance, Jumat (17/4/2015).

Bambang mengatakan, pasar BBM di Selat Malaka cukup seksi. Tiap tahun,a da 42 juta kiloliter (KL) BBM untuk kapal yang dijual di wilayah tersebut. Jumlah itu setara dengan konsumsi bensin Premium di seluruh Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hingga Maret kita sudah dapat laba US$ 100.000. Itu yang jualan baru satu orang, saya mau tambah 2-3 orang lagi, sehingga bisa optimal merebut pasar, pengembangan overseas market, shipping agency, dan services, serta blending," ungkapnya.

Ia mengakui, untuk bisa bersaing di pasar Selat Malaka, modal utama adalah harga BBM yang dijual harus murah. Agar murah, pihaknya harus mengandalkan impor minyak langsung, termasuk dari Singapura.

"BBM-nya untuk sementara masih impor dan disimpan di Sambu, di zona Free Trade Zone. Kita targetkan bisa ambil pasar 10-20% dari total pasar di Selat Malaka yang mencapai 42 juta ton/tahun," katanya.

Vice Presiden Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro menambahkan, tahun ini Pertamina menargetkan efisiensi dalam penjualan dan penyaluran BBM mencapai US$ 307,93 juta. Hingga kuartal I-2015 efisiensi yang telah tercapai mencapai US$ 46,25 juta.

"Capaian tersebut diantaranya dari Sales Marketing Excellence berhasil menciptakan value sebesar US$ 100 ribu, dengan mengembangkan pasar bahan bakar untuk kapal di wilayah Selat Malaka. Sedangkan supply chain excellence menciptakan value U$ 6,72 Juta dengan optimasi pola pengangkutan LPG," ungkapnya.

"Ada lagi dari Program Shipping Excellence dengan optimalisasi penggunaan kapal angkutan BBM dengan metode Freight on Board (FOB) serta renegosiasi kontrak kapal sewa berhasil menciptakan value penghematan U$ 12,84 Juta," tambahnya.

Efisiensi yang cukup signifikan juga terlihat pada pengendalian rugi, dengan mengintensifikasikan optimasi kargo penyaluran BBM, dengan sistem IT terpadu yang telah terpasang di beberapa Terminal BBM Pertamina, serta penghematan konsumsi bunker untuk armada kapal, baik yang charter maupun armada milik Pertamina sendiri.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads