Menteri ESDM: BBM Impor, RI Bukan Negara Kaya Minyak

Menteri ESDM: BBM Impor, RI Bukan Negara Kaya Minyak

- detikFinance
Jumat, 17 Apr 2015 17:30 WIB
Menteri ESDM: BBM Impor, RI Bukan Negara Kaya Minyak
Jakarta - Pemerintah menyatakan, sejak 2008 jumlah impor minyak dan BBM Indonesia sudah lebih besar ketimbang produksi di dalam negeri. Jadi, aneh bila ada yang menganggap Indonesia adalah negara kaya minyak.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia terus menurun, produksinya juga mengikuti penurunan.

Namun, dalam 10 tahun terakhir, tidak ada penemuan migas baru yang signifikan di Indonesia. Selama ini, lanjut Sudirman, tidak pernah ada dorongan serius untuk melakukan eksplorasi migas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejak 2008 kita sudah menjadi net importir dari gas dan minyak. Tapi sebagian pembuat opini dan pemimpin masih merasa kita negara kaya minyak," jelas Sudirman di kantornya, Jakarta, Jumat (17/4/2015).

Belum lagi, Indonesia sangat boros mengonsumsi BBM, dan tetap terus mempertahankan subsidi BBM dalam waktu yang lama. Masyarakat lupa, cadangan migas Indonesia terus menurun.

"Kita punya banyak PR, tapi seringkali waktu tenaga energi batin dan pikiran kita habis bahas harga BBM. Sehingga melupakan gambar besar, urusan energi kita begitu banyak," ujar Sudirman.

Padahal, lanjut Sudirman, Indonesia kaya akan energi baru seperti angin, air, hingga panas bumi. energi baru ini yang harus digenjot Indonesia.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads