Alat ini bernama 'kalkulator' energi. Kalkulator yang sudah diluncurkan di 10 negara ini mampu membuat analisasi perencanaan dan kebijakan energi hingga beberapa puluh tahun ke depan.
Analisa tersebut bisa dilakukan oleh semua kalangan seperti mahasiswa, akademisi, pembuat kebijakan hingga kalangan jurnalis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalkulator energi yang telah dikembangkan di Inggris ini mampu memproyeksikan asumsi penggunaan energi hingga emisi gas rumah kaca hingga tahun 2050. Semua kalangan bisa menghitung seperti tentang manfaat publik transport dalam pengurangan konsumsi energi kendaraan pribadi.
"Kita bisa buat skenario. Misal, mobil pribadi saya dikurangi dengan tambah angkutan umum. Pakai mobil berangkat kantor butuh 10 liter. Per orang pakai angkutan masal bisa 1 liter," ujarnya.
Tidak hanya itu, model ini bisa menghitung tentang emisi karbon bila Indonesia beralih dari energi fosil seperti batubara ke energi ramah lingkungan seperti energi listrik tenaga geothermal hingga angin.
"Bisa buat hitungan sederhana pemakaian energi dibandingkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Di tempat yang sama, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menjelaskan dengan kalkulator energi ini para pembuat kebijakan hingga masyarakat umum bisa memperkuat data di dalam bersikat terkait energi hingga tahun 2050.
"Dengan alat ini bisa berdebat tentang masa depan energi dengan alat ini. Kami bisa setujui alat yang tetap untuk kurangi dampak perubahan iklim. Kami juga kerjasama dengan negara India dan China untuk menaikkan perdebatan," ujarnya.
Anda tertarik memakai kalkulator energi? Yup, anda bisa mengunjungi laman ini.
(feb/ang)











































