"Premium tidak akan dihapus sampai Pertamina siap," kata Menteri ESDM Sudirman Said saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (21/4/2015).
Sudirman menjelaskan, pihaknya telah melakukan pembahasan lebih jauh dengan Pertamina mengenai produk baru yang akan dikeluarkan, yaitu Pertalite, yang kadar oktannya lebih tinggi dibanding Premium.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi malam kita diskusi. Jadi biarkan mereka yang mencari solusi," katanya.
Sudirman mengungkapkan, apa pun langkah Pertamina dalam mencari solusi mendapatkan produk baru yang lebih baik dari Premium harus tetap dihormati oleh semua pihak.
"Tim kan memang rekomendasikan untuk remove (menghapus) RON 88. Ini kita persiapkan teknisnya. Dan ini cara jadi cara Pertamina untuk buat transisi, kita hormati," jelas dia.
Di samping itu, Sudirman juga menjelaskan, ke depan energi baru terbarukan akan jadi fokus sumber daya energi dunia. Untuk itu, perlu didorong penggunaan energi baru terbarukan seperti matahari, air, angin, dan geothermal, yang memang banyak ditemui.
"Di masa lalu kita fokus di bahan bakar fosil maka ini (energi baru terbarukan) tidak dapat perhatian yang baik. Sekarang coba kita cara pandang baru pada waktunya kan itu akan habis. Kenapa kita tidak mulai serius investasi di renewable (energi terbarukan), tren dunia juga memang sudah mengarah ke sana. Nah kita tidak boleh ketinggalan. Sebetulnya resources kita luar biasa," jelas dia.
Menurutnya, sudah banyak perusahaan yang memang fokus di energi terbarukan dan konservasi energi berjalan bersama-sama. Ini tinggal melebarkan pasar dengan cara mendorong kebijakan di sektor tersebut.
"Pemerintah berikan insentif, supaya demand-nya terbentuk, pasarnya terbentuk, ini tugas pemerintah," cetus Sudirman.
(drk/dnl)











































