Anak usaha PT PLN (Persero), PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), segera membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Serang, Banten. PLTU berbahan bakar batu bara ini menghabiskan investasi US$ 2 miliar atau sekitar Rp 26 triliun
Direktur Sumber Daya Manusia dan Administrasi PJB Trilaksito Sunu menuturkan, untuk membangun 1 MW pembangkit membutuhkan dana investasi sekitar US$ 1 sampai 1,5 juta. PLTU yang akan dibangun ini punya kapasitas 2x1.000 MW.
"Jadi sekitar US$ 2 miliar untuk dua pembangkit," tuturnya di Serang, Banten, Selasa (21/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang bangun berdua Joint venture company. Awal tahun depan sudah ada pemenang," tuturnya.
Proyek pembangkit listrik yang bisa dikatakan raksasa karena kapasitasnya yang begitu besar ini bakal membutuhkan pasokan batu bara cukup banyak. Dalam sehari, operasional pembangkit membutuhkan sekitar 8.000 ton batu bara per unit.
"Ada dua unit, kebutuhannya 8.000 per unit per hari. Kita mungkin akan dapatkan pasokan dari Kalimantan atau Sumatera," tuturnya.
(zul/ang)










































