Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) raksasa berkapasitas 2x1.000 MW akan mulai dibangun awal tahun depan. Proyek besar ini ditargetkan bakal mulai beroperasi pada 2019.
"Ini untuk melistriki Jawa-Bali yang boleh dikatakan sudah kritis. Beban puncaknya saja 23.000 MW," kata Direktur Sumber Daya Manusia dan Administrasi PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), Trilaksito Sunu, ditemui di sela kunjungannya ke kantor Pemerintah Provinsi Banten, Selasa (21/4/2015).
Ia mengatakan, proyek ini merupakan bagian dari proyek pembangkit listrik 35.000 MW yang dicanangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, saat ini pihak PT PLN (Persero) sebagai induk usaha dari PJB tengah melakukan lelang secara internasional. Ada 15 investor yang berebut untuk menjadi partner PJB dalam mengembangkan proyek yang dibangun di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten, Serang, Banten ini. Di sisi lain, saat ini juga pihaknya tengah melakukan sosialisasi pembangunan pada warga sekitar.
Dalam kesempatan itu juga dia menyebut, proyek senilai Rp 26 triliun ini dibangun di atas lahan seluas 172 hektar.
"Itu tanah milik PLN, sudah dipersiapkan sejak lama," jelasnya.
Sunu mengatakan, PLN akan mendapatkan pemenang lelang di awal 2016, yang kemudian akan dibabtuk perusahaan patungan antara PJB dengan partner-nya tersebut.
"Tahap pelelangannya dilakukan tahun ini, selesai awal 2016.," katanya.
Di awal tahun 2016 juga, lanjut Trilaksito, proyek ini ditargetkan akan mulai dibangun. "Selesai diharapkan 2019," tutupnya (zul/ang)










































