Bertahun-tahun, anak usaha PT Pertamina (Persero), yaitu Pertamina Energy Trading Limited (Petral) menjadi buah bibir, karena disebut-sebut menjadi sarang permainan impor minyak dan bahan bakar minyak (BBM). Anak usaha Pertamina ini akhirnya akan dibubarkan.
Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan, pembubaran Petral dilakukan karena sekarang fungsinya sudah tidak seperti saat awal pembentukannya.
Seperti diketahui, saat ini impor minyak dan BBM sudah tidak lagi dilakukan oleh Petral yang berdomisili di Singapura. Impor minyak dan BBM dilakukan Pertamina sendiri lewat Integrated Supply Chain (ISC).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pembubaran Petral tinggal menunggu waktu saja.
"Jadi tinggal tunggu waktu, mereka akan melaporkan bahwa Petral akan dibubarkan. Saya rasa dalam waktu dekat mereka (Pertamina) akan melapor ke Bapak Presiden (Joko Widodo/Jokowi)," ujar Rini.
(dnl/ang)











































