"Kita rugi memasok solar ke PLN selama kuartal I-2015. Ruginya US$ 211 juta," ujar Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi VII DPR, Rabu (22/4/2015).
Bambang mengatakan, kerugian tersebut terjadi karena biaya angkut BBM sudah tidak sesuai dengan kontrak harga pembelian PLN. Pasalnya, pembangkit-pembangkit diesel PLN yang sebelumnya ada di Sumatera dan Jawa, yang akses jalannya mudah dan lancar, sekarang pembangkitnya banyak banyak di daerah luar Jawa dan Sumatera bahkan ke pelosok daerah yang aksesnya susah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengharapkan, PT PLN mau diajak negosiasi kontrak perubahan harga jual solar ke pembangkit listrik. Sehingga kedua belah pihak diuntungkan bersama.
"Kontraknya kan 105% dari MOPS, kita mau open book sama PLN, kita buka-bukaan, kondisinya seperti ini kalau tidak diubah harganya kita makin terbebani dengan kerugian yang makin besar. Apalagi dalam setahun kita pasok ke PLN mencapai 4 juta kilo liter," tutupnya.
(rrd/hen)











































