Presiden Direktur Pertagas, Hendra Jaya mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan jaringan gas rumah tangga. Ia menjamin, penggunaan jaringan gas rumah tangga tidak membahayakan dan minim risiko.
"Tekanan gas pada jaringan gas rumah tangga 1/100 tekanan ban mobil atau 0,02 bar. Elpiji 8-10 bar. Kalau tahu cara pemakaian pasti aman," kata Hendra, saat peluncuran program jaringan gas rumah tangga di Jalan Serdang II, Kelurahan Thehok, Jambi, Sabtu (25/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepanjang yang kita lakukan, gas dari Jambi ini diperoleh JOB Talisman Jambi Merang dan harganya lebih bersaing dari elpiji, harga lebih kompetitif," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan, pihaknya tidak sembarangan menentukan harga gas kepada konsumen.
"Penetapan harga dikontrol Pak Gubernur dan tidak usah khawatir ini yang mengontrol banyak pihak," katanya.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said yang juga hadir menjelaskan, harga elpiji lebih mahal dibandingkan gas bumi yang didapat dari jaringan gas rumah tangga.
"Elpiji itu jalurnya panjang, sedangkan gas ini dari sumur, dua kali belok ke pipa dan langsung dialirkan. Jadi akan selalu seperti itu," sebut Sudirman.
(wij/dnl)











































