"Solar campur air ini sudah digunakan banyak negara, kita sendiri sudah uji coba lama sekali, tapi baru berani digunakan di mesin genset dan mesin pabrik. Kalau kendaraan, walau uji coba sudah berhasil kita pakai sendiri dulu di mobil dan truk BBM, sampai benar-benar yakin sebelum dijual ke masyarakat," kata Business Initiatives Manager PT Pertamina, Bayu Kristanto kepada detikFinance, Senin (27/4/2015).
Bayu mengungkapkan, negara yang sudah menggunakan solar campur air ini mulai dari Inggris, Prancis, Italia, Singapura, Filipina, dan Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membuat solar campur air, Pertamina mengumpulkan para ahli dari lulusan berbagai negara mulai dari Jepang, Australia dan lainnya.
"Kita buat namanya fatty acid, yang bisa menyatukan air dengan solar. Jadi dalam satu liter solar campur air ini mengandung 75% solar 48 murni, 15% fatty acid, dan 10% air murni," katanya.
Bayu menambahkan, zat aditif fatty acid sendiri terbuat dari minyak sawit atau crude palm oil (CPO), sehingga bisa diproduksi dalam jumlah besar.
"Kalau pemakaiannya sudah massal, kita siap produksi berapa pun fatty acid yang dibutuhkan," tutupnya.
(rrd/hen)











































