Business Initiatives Manager Pertamina, Bayu Kristanto mengungkapkan, solar campur air ini sudah lulus uji dari Lemigas Kementerian ESDM untuk digunakan pada mesin genset dan mesin pabrik.
"Dari Kementerian Lingkungan Hidup juga akan segera mengeluarkan Echo (green fuel label) yang menandakan solar campur air ini ramah lingkungan," ujar Bayu kepada detikFinance, Selasa (28/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya bisa digunakan disemua kendaraan bermotor atau mobil yang bermesin diesel," katanya.
Ia menambahkan, walau bisa digunakan mobil, Pertamina tidak akan langsung menjualnya ke masyarakat atau di SPBU. Untuk meyakinkan produk solar campur air ini tidak menimbulkan efek buruk bagi kendaraan, Pertamina akan menggunakannya terlebih dahulu untuk operasional kendaraan angkutan bahan bakar minyak (BBM).
"Agar kita benar-benar yakin, kita pakai dulu dikendaraan operasional kantor dan truk-truk pengangkut BBM yang bermesin diesel. Baru setelah itu tergantung Direktorat Pemasaran kapan akan dijual ke masyarakat atau di SPBU," ungkap Bayu.
Apalagi katanya, solar campir air ini jelas lebih unggul dibandingkan menggunakan solar cetane number 48, dan biodisel.
"Lebih bersih, asapnya putih, dan lebih murah daripada biosolar," tutupnya.
(rrd/dnl)











































