Baru Berdiri 2011, Anak Usaha PGN Sudah Punya Lapangan Gas di Texas

Baru Berdiri 2011, Anak Usaha PGN Sudah Punya Lapangan Gas di Texas

- detikFinance
Selasa, 28 Apr 2015 14:41 WIB
Baru Berdiri 2011, Anak Usaha PGN Sudah Punya Lapangan Gas di Texas
Jakarta - Anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) yakni PT Saka Energi Indonesia baru berdiri pada 2011. Walau masih terbilang perusahaan baru, tapi sudah bisa memiliki lapangan gas bumi di Texas, Amerika Serikat.

Direktur Utama Saka Energi Indonesia, Firman Ardini Yaman mengatakan, Saka Energi memiliki saham 36% di Lapangan Gas Fasken di Texas, Amerika.

"Terkait Lapangan Gas Fasken, pada saat Saka Energi Indonesia masuk pada Juli 2014, produksi gas dari lapangan tersebut sebesar 70 MMSCFD (juta kaki kubik per hari). Saat ini rata-rata produksinya sebesar 120 MMSCFD. Pada minggu ketiga Maret, produksi sempat menyentuh 147 MMSCFD. Tahun ini ditergatkan produksi mencapai 190 MMSCFD," ungkap Firman dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2015).
 
Selain Lapangan Gas di Texas, Saka juga memiliki pengelolaan blok migas lainnya terutama di dalam negeri, yang di dapat dari kerjasama operasi dan akuisisi, di antaranya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Pengambilalihan 20% Participating Interest (PI) pada Blok Ketapang dari Sierra Oil, di perairan utara Madura, Jawa Timur pada tanggal 11 Maret 2013. Blok Ketapang merupakan blok dalam tahap menjelang produksi, yang diperkirakan akan “gas-in” pada kuartal akhir 2015 dari Lapangan Bukit Tua. Operator blok adalah Petronas.
  • Pengambilalihan 100% PI pada Blok Pangkah dari KUFPEC dan HESS pada tanggal 10 Januari 2014, dan merupakan operator blok tersebut. Blok Pangkah adalah blok produksi. Saat ini produksi minyak dan gas bumi diambil dari Lapangan Ujung Pangkah. Direncanakan akan dilakukan pengembangan pada beberapa prospek lapangan lainnya.
  • Akuisisi 30% PI pada Blok Bangkanai dari Salamander Energi, Kalimantan Tengah pada tanggal 27 Juni 2013. Blok Bangkanai merupakan blok menjelang produksi. Produksi gas dari lapangan Kerendan diperkirakan akan dimulai pada Q4 2015. Operator blok adalah Salamander Energy.
  • Pengambilalihan 100% PI pada Blok South Sesulu dari HESS pada tanggal 21 Januari 2014 dan Saka Indonesia Sesulu, anak usaha Saka Energi Indonesia menjadi operator blok tersebut.
  • Pengambilalihan 8,9% PI Blok Southeast Sumatera dari KNOC pada tanggal 12 Desember 2014. Merupakan blok berproduksi. Produksi utama adalah minyak yang berasal dari Lapangan Cinta dan Widuri. Operator blok adalah CNOOC.
  • Akuisisi 11,666% PI pada blok Muara Bakau dari GDF SUEZ pada tanggal 15 April 2015. Merupakan blok menjelang produksi. Produksi gas dari lapangan Jangkrik dan Northeast Jangkrik yang diperkirakan akan “gas-in” pada Q4 2017. Operator blok adalah ENI.
  • Akuisisi 36% interes di Fasken Area (Shale Gas) – Texas Amerika Serikat dari Swift Energy Company pada tanggal 15 Juli 2014. Merupakan blok berproduksi. Operator blok adalah Swift Energy.
  • Akuisisi 30% PI pada Blok West Bangkanai dari Salamander Energy pada tanggal 2 Januari 2015. Merupakan blok eksplorasi. Operator blok adalah Salamander Energy.
  • Pengambilalihan 20% PI pada Blok Muriah dari Sunny Ridge, di perairan utara Madura, Jawa Timur pada tanggal 16 Desember 2014. Merupakan blok menjelang produksi yang akan mulai produksinya pada Q3 2015 dari Lapangan Kepodang, setelah jaringan pipa Kepodang – Tambak Lorok selesai. Operator blok adalah Petronas.
"Dengan aset maupun kemampuan yang kami miliki, kami ingin membantu pemerintah dalam meningkatkan kehandalan pasokan gas bumi dan minyak untuk mewujudkan ketahanan energi Indonesia," tutup Firman.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads