Tarif Listrik Mal Hingga Rumah Mewah Naik, Ini Penjelasan PLN

Tarif Listrik Mal Hingga Rumah Mewah Naik, Ini Penjelasan PLN

- detikFinance
Senin, 04 Mei 2015 08:04 WIB
Tarif Listrik Mal Hingga Rumah Mewah Naik, Ini Penjelasan PLN
Jakarta - Sejak 1 Mei 2015, tarif listrik untuk golongan rumah mewah, mal, hingga industri besar naik berkisar Rp 48,92/kWh-Rp 72,2/kWh. Kenapa naik? Ini penjelasan PT PLN (Persero).

"Pertama kami pastikan, tarif listrik subsidi dari pemerintah tidak naik. Termasuk tarif listrik golongan rumah tangga R-1 daya 1.300 VA dan 2.200 VA tetap tidak naik, sama seperti tarif April Rp 1.352/kWh," kata Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun, dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Senin (4/5/2015).

Benny mengatakan, tarif listrik naik khusus untuk golongan non subsidi atau yang dikenakan mekanisme tariff adjustment (tarif penyesuaian). Untuk tarif Mei ini naik dibandingkan tarif listrik April, karena mengikuti perubahan indikator penentu harga listrik, yakni:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Makro ekonomi Maret 2015, di mana kurs naik dibanding Februari 2015. Yaitu, kurs Rp 12.750 Rp/kWh (Februari 2015) menjadi Rp 13.067 Rp/kWh (Maret 20115). Harga Indonesia Crude Price/minyak (ICP): US$ 54,32/barel (Februari 2015) menjadi US$ 53,66/barel (Maret 2015). Ketiga, di Februari 2015 deflasi -0,36% menjadi inflasi 0,17% di Maret 2015.
  2. Karena adanya perubahan Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik, setelah terbitnya Undang-Undang APBN-P 2015. Semula pada tarif April 2015 masih menggunakan BPP sesuai APBN 2015. Pada APBN 2015, asumsi nilai kurs Rp 11.900 Rp/kWh; ICP: US$ 105/barel; Inflasi: 4,4%. Sedangkan pada APBN-P 2015, asumsi kurs: Rp 12.500 Rp/kWh; ICP: US$ 60/barel, dan Inflasi: 5%.
"Nah, asumsi ICP di APBN-P 2015 sudah US$ 60/barel, sudah tidak jauh ke realisasi Maret 2015: US$ 53,66/barel. Jadi, intinya, untuk tarif industri Mei 2015, ada penyesuaian karena nilai kurs naik, dan ICP relatif tetap dibanding kurs dan ICP untuk perhitungan tarif April 2015," jelas Benny.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads