Ini Susahnya Cari Lokasi untuk Bangun 'Kebun Angin' di Indonesia

Ini Susahnya Cari Lokasi untuk Bangun 'Kebun Angin' di Indonesia

- detikFinance
Selasa, 05 Mei 2015 14:41 WIB
Ini Susahnya Cari Lokasi untuk Bangun Kebun Angin di Indonesia
Jakarta - Investor asal Amerika Serikat UPC Renewables membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) terbesar yang pernah ada di Indonesia, yakni di Pantai Samas, Yogyakarta dan Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Namun, sebenarnya tidak mudah mencari lokasi yang cocok untuk lokasi 'kebun angin' tersebut.

"Cari lokasi yang cocok untuk lokasi PLTB itu nggak mudah loh ya, orang itu harus survei selama satu tahun penuh, hitung berapa kecepatan angin, sampai ada angin pada bulan-bulan apa saja, berapa Capacity Factor-nya," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Rida Mulyana, kepada detikFinance, Selasa (5/5/2015).

Rida mengatakan, sebenarnya ada lokasi yang paling bagus didirikan PLTB yakni di Sumba, Nusa Tenggara Barat. Tapi, tidak bisa dibangun dalam kapasitas yang besar seperti di Sidrap atau di Samas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Sumba itu bagus sekali, daerahnya padang savana, kalau kita berdiri saja hembusan angin terasa sampai ke kaki, tinggal tancap tiang turbin saja. Tapi masalahnya tidak bisa dibangun kapasitas yang besar seperti di Sidrap dan Samas, karena konsumsi listriknya kecil di sini, siapa yang mau serap listriknya," ungkap Rida.

Ia mengakui, memang masih banyak sekali masyarakat di Sumba belum menikmati listrik hampir 70 tahun Indonesia merdeka. Tapi masalahnya, warga di Sumba tersebar rumahnya.

"Jarak satu rumah ke rumah lain jauh-jauh, kalau dikumpulin satu lokasi rumah penduduknya, kita bangunkan pembangkit. Makanya yang cocok di Sumba itu hanya cocok PLTB yang ukurannya kecil-kecil hanya 500 watt," ungkapnya.

Sementara di Pulau Jawa konsumsi listriknya besar, penduduknya banyak, tapi anginnya tidak terlalu maksimal. Seperti di Samas kata Rida, CF saja hanya 27,4%.

"Ada yang lumayan bagus di Sumedang, anginnya lumayan bagus," katanya.

Rida menambahkan, pembangunan PLTB sebesar di Pantai Samas yang tingginya mencapai 120 meter juga tidak mudah.

"Bawa pipa besi setinggi 120 meter itu juga tidak mudah, setinggi itu juga risiko lainnya disambar petir, kalau anginnya tiba-tiba besar terus roboh juga harus diantisipasi juga," tutupnya.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads