Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan, kapasitas PLTB Samas mencapai 50 MW lokasinya di tepi pantai, sedangkan PLTB Sidrap 70 MW lokasinya di kawasan pegunungan.
"Investasi PLTB Samas mencapai US$ 134 juta, sedangkan PLTB Sidrap US$ 173 juta, keduanya ditargetkan selesai pada 2018," ungkap Rida kepada detikFinance, Selasa (5/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lokasinya berada di perbukitan, padang savana. Kebetulan lokasi Kabupaten Sidrap ada di dataran tinggi, kecepatan anginnya rata-rata 21 km lebih per jam, sangat baik," ungkapnya.
Ia menambahkan, investor yang membangun yakni UPC Renewables sudah melakukan MoU untuk studi kelayakan karena listrik dari proyek ini masuk ke jaringan transmisi PLN di Sulawesi.
"Proyek PLTB Sidrap menunggu penyelesaian Perjanjian Induk (HoA) dengan PLN, kalau PLTB Samas sudah tandatangan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dihadapan Presiden Jokowi. Tarifnya sekitar US$ 13 sen per kWh, itu sudah termasuk pemasangan transmisi ke jaringan PLN, kontraknya 20 tahun," tutupnya.
(rrd/hen)











































