"Kita belum fokus garap PLTB, karena potensi energi angin di Indonesia masih hitung kembali sebenarnya berapa yang bisa dimanfaatkan untuk listrik," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Rida Mulyana, kepada detikFinance, Selasa (5/5/2015).
Rida mengatakan, karena PLTB sudah ada investor dari Amerika Serikat yang menggarap, posisi pemerintah adalah mendorong, agar proyeknya berjalan lancar dan cepat terealisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, potensi listrik yang bisa dimanfaatkan dari panas bumi bisa lebih dari 28.000 MW, dari PLTA bisa sampai 75.000 MW, ombak, samudera, arut laut hingga energi dari perbedaan temperatur karena kedalaman air laut hingga 61.000 MW, biomassa hingga 32.000 MW.
"Apalagi tingkat hasil listrik yang dihasilkan selama setahun atau Capacity Factor (CF) jauh lebih bagus panas bumi, air, sampai biomass juga lebih baik dibandingkan PLTB. kalau panas bumi itu CF-nya bisa sampai 90%, air bisa 80%," ungkap Rida.
"Apalagi energi ombak yang potensinya 61.000 MW. Bisa disinkronisasikan dengan program kedaulatan maritim Pak Presiden. Kita mau coba ambil pembangkit ombak di Skotlandia, karena di sana tidak cocok dikembangkan, tapi saya masih bingung bawanya ke Indonesia itu bagaimana, karena ukurannya itu lebih besar daripada rumah," tutup Rida.
(rrd/hen)










































