AS Bangun 'Kebun Angin' di RI, Pemerintah Fokus Energi Ombak dan Panas Bumi

AS Bangun 'Kebun Angin' di RI, Pemerintah Fokus Energi Ombak dan Panas Bumi

- detikFinance
Selasa, 05 Mei 2015 17:11 WIB
AS Bangun Kebun Angin di RI, Pemerintah Fokus Energi Ombak dan Panas Bumi
Jakarta - Investor asal Amerika Serikat (AS) UPC Renewables membangun dua Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) terbesar yang pernah dibangun di Indonesia, yakni di Samas, Yogyakarta dan di Sidrap, Sulawesi Selatan. Namun, pemerintah lebih fokus untuk mengembangkan energi baru terbarukan lainnya yakni panas bumi, air dan biomassa.

"Kita belum fokus garap PLTB, karena potensi energi angin di Indonesia masih hitung kembali sebenarnya berapa yang bisa dimanfaatkan untuk listrik," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Rida Mulyana, kepada detikFinance, Selasa (5/5/2015).

Rida mengatakan, karena PLTB sudah ada investor dari Amerika Serikat yang menggarap, posisi pemerintah adalah mendorong, agar proyeknya berjalan lancar dan cepat terealisasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau PLTB Samas dan Sidrap ini kan yang bangun swasta, selain investasinya cukup besar, teknologinya hampir 100% di impor. Kami lebih fokus ke energi lain seperti panas bumi, air, dan biomass," katanya.

Pasalnya, potensi listrik yang bisa dimanfaatkan dari panas bumi bisa lebih dari 28.000 MW, dari PLTA bisa sampai 75.000 MW, ombak, samudera, arut laut hingga energi dari perbedaan temperatur karena kedalaman air laut hingga 61.000 MW, biomassa hingga 32.000 MW.

"Apalagi tingkat hasil listrik yang dihasilkan selama setahun atau Capacity Factor (CF) jauh lebih bagus panas bumi, air, sampai biomass juga lebih baik dibandingkan PLTB. kalau panas bumi itu CF-nya bisa sampai 90%, air bisa 80%," ungkap Rida.

"Apalagi energi ombak yang potensinya 61.000 MW. Bisa disinkronisasikan dengan program kedaulatan maritim Pak Presiden. Kita mau coba ambil pembangkit ombak di Skotlandia, karena di sana tidak cocok dikembangkan, tapi saya masih bingung bawanya ke Indonesia itu bagaimana, karena ukurannya itu lebih besar daripada rumah," tutup Rida.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads