Jadi Komut Baru Pertamina, Tanri Abeng: Kita Tim Baru Tapi Stok Lama

Jadi Komut Baru Pertamina, Tanri Abeng: Kita Tim Baru Tapi Stok Lama

- detikFinance
Rabu, 06 Mei 2015 17:45 WIB
Jadi Komut Baru Pertamina, Tanri Abeng: Kita Tim Baru Tapi Stok Lama
Jakarta - Tanri Abeng dilantik sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Sebagai dewan pengawas dan pertimbangan Pertamina, Tanri dinilai tidak asing dengan perusahaan pelat merah.

Alasannya ialah Tanri sebagai mantan Menteri BUMN yang pertama alias penggagas pembentukan Kementerian BUMN. Tanri, kepada awak media, menyebut dirinya sebagai tim baru yang datang dari orang lama. Alasannya ia tidak asing lagi dengan perusahaan pelat merah seperti Pertamina.

"Saya kira dewan komisaris baru. Ini tim baru tapi stok lama. Bagi kami, tidak terlalu sulit untuk menjalankan. Kami hanya teruskan," ujar Tanri saat jumpa pers di Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanri mengakui, mengawasi dan memberi saran ke Pertamina kini tidak terlalu berat. Alasannya, Pertamina sudah memiliki tata kelola perusahaan yang baik dan road map yang jelas.

"Perusahaan seperti Pertamina sangat strategis. Bagi saya menarik. Bu Rini minta saya dan saya pikir. Setelah iya, saya memang hidup dalam tantangan. Tantangan bagi saya adalah hobi. Saya yakin teman-teman dewan komisaris bisa kerjasama dengan dewan direksi. Kita harus bekerja bersama," ujarnya.

Di tempat yang sama, Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan alasan pemilihan Tanri sebagai Komut Pertamina yang baru. Tanri, kata Rini, dinilai paham tentang kondisi korporasi Pertamina. Apalagi Tanri memiliki latar belakang sebagai profesional yang mumpuni.

"Kenapa Pak Tanri Abeng? Beliau tahu seluk beluknya Pertamina. Beliau itu adalah manajer andal. Banyak manage perusahaan. Beliau tahu tantangan dihadapi perusahaan terus bagaimana tantangan Pertamina ke depan," ujarnya.

Selain Tanri, Pertamina juga menerima Sahala Lumban Gaol, Suahasil Nazara, dan Widhyawan Prawiraatmadja sebagai dewan komisaris yang baru.

Sahala merupakan mantan Deputi Menteri Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi Kementerian BUMN, sedangkan Suahasil merupakan Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal, dan Widhyawan adalah Deputi Pengendalian Komersil SKK Migas.

Tidak ada komisaris baru yang berasal maupun berlatar belakang politik dalam perombakan petinggi BUMN kali ini.

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads