Presiden Jokowi, kata Rini, memandang eksistensi Petral dinilai sudah tidak perlu untuk mendukung aktivitas bisnis Pertamina. Alasannya Pertamina sudah mampu melakukan pembelian langsung minyak mentah dari negara atau produsen BBM di luar negeri.
"Sejak awal, Bapak Presiden melihat Pertamina, bisa melakukan pembelian langsung untuk memenuhi kebutuhan Pertamina di Indonesia, sehingga Petral dinilai tidak perlu," kata Rini saat berdiskusi di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (7/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Direksi sedang kaji secara mendalam persiapan, proses korporasi. Bila direksi lihat ABC. Laporkan ke Dewan Komisaris dan Kementerian BUMN ABC juga," ujarnya.
Sebelumnya Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, kepastian soal keputusan nasib anak usaha perseroan tersebut akan diputuskan pekan depan.
"Minggu depan keputusannya," kata Dwi singkat usai acara pelantikan eselon I di Kementerian ESDM.
Namun Dwi tak menegaskan secara langsung keputusan apa yang akan dilakukan terhadap Petral, termasuk apakah soal opsi pembubaran.
"Minggu depan akan diumumkan Petral akan dijadikan apa," katanya.
(feb/rrd)











































