Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang mengatakan antrean tersebut karena aksi spekulan yang ingin mendapatkan keuntungan dari BBM subsidi jenis solar.
"Dapat kami sampaikan bahwa sebagian besar antrean solar dilakukan oleh para pengumpul untuk diperjualbelikan kembali. Hal ini akibat cukup besarnya delta (selisih harga) antara solar subsidi dan industri," kata Bambang kepada detikFinance, Minggu (10/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi sesuai dengan ketentuan pemerintah, truk-truk industri maupun pertambangan hingga perkebunan tak boleh menggunakan BBM yang masih disubsidi seperti solar.
Β
"Kami sudah pernah kami sampaikan kepada pemerintah daerah untuk penertibannya, namun belum berhasil," katanya.
Bambang menambahkan soal fenomena pemadaman listrik bergilir yang kerap terjadi di Manokwari, bukan persoalan gangguan pada pasokan solar Pertamina ke pembangkit listrik milik PLN.
"Penyaluran solar sesuai dengan permintaan jadi listrik mati bukan karena kekurangan pasokan solar dari Pertamina," katanya.
Mau tahu fenomena antrean truk mendapatkan solar di Manokwari, Papua Barat, Klik di sini.
(rrd/hen)











































