7 Tahun Impor Listrik dari Malaysia, Gubernur Kalbar: Kami Ingin PLTN

7 Tahun Impor Listrik dari Malaysia, Gubernur Kalbar: Kami Ingin PLTN

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 12 Mei 2015 10:46 WIB
7 Tahun Impor Listrik dari Malaysia, Gubernur Kalbar: Kami Ingin PLTN
Foto: AFP
Jakarta - Masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendesak pemerintah agar sekalian membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di daerahnya. Pasalnya selama ini daerahnya kekurangan listrik, bahkan terpaksa harus impor listrik dari Malaysia.

Hal tersebut seperti diungkapkan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Cornelis. Pasalnya ia yakin Kalbar cocok dibangun PLTN dengan memiliki potensi sumber energi seperti uranium.

"Saya inginnya nuklir. Kita punya uranium," ungkapnya ketika ditemui di kantor Bappenas, Jakarta, Senin malam (11/5/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cornelis mengaku siap, bila wilayahnya dieksplorasi untuk kebutuhan pembangunan PLTN. Karena dengan begitu sekaligus bisa mendorong pemenuhan kebutuhan listrik di Kalbar, yang selama ini mengandalkan impor dari Malaysia yang sudah berlangsung selama 7 tahun.

"Kalau Pemerintah mau (bangun PLTN) kita dukung. Investasi juga tergantung pemerintah," imbuhnya.

Menurutnya, beberapa indikator untuk dimulainya pembangunan sudah cukup tepat. Misalnya terkait dengan keamanan, Kalbar menurut Cornelis cukup jauh dari bencana gempa.

"Kan daerah kita aman dari gempa bumi, aman," tegas Cornelis.

(mkl/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads