Menristek Sebut RI Bisa Ketinggalan Bila Tak Segera Bangun PLTN

Menristek Sebut RI Bisa Ketinggalan Bila Tak Segera Bangun PLTN

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 12 Mei 2015 11:10 WIB
Menristek Sebut RI Bisa Ketinggalan Bila Tak Segera Bangun PLTN
Foto: Reuters
Jakarta - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir mengungkapkan, sudah saatnya Indonesia membangun Pembangkit Listrik Negara Nuklir (PLTN). Alasannya sudah banyak negara yang memanfaatkan energi nuklir untuk listrik yang ramah lingkungan dan murah.

"Kita sebenarnya sudah siap untuk bangun nuklir. Tapi masih ada masyarakat yang ketakutan, tapi itu bisa hilang dengan sosialisasi. Karena masih banyak masyarakat kita tidak tahu bahwa nuklir itu manfaatnya sangat besar," ungkap Nasir ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Selasa (12/5/2015).

Nasir mengatakan, saat ini sudah banyak negara yang membangun PLTN, bila tidak segera membangun PLTN, maka Indonesia akan tertinggal dengan negara lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah waktunya kita menggunakan nuklir untuk listrik, kalau tidak kita akan ketinggalan," ucapnya.

Nasir mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan Feasibility Study (FS) pembangunan satu lagi reaktor nuklir berkapasitas 30 MW di Serpong. Indonesia saat ini sudah punya 3 reaktor nuklir di Bandung, Serpong, dan Yogyakarta skala kecil.

"Reaktor nuklir ini digunakan sebagai eksperimen dan edukasi masyarakat, serta bisa juga digunakan untuk menghasilkan listrik, kapasitasnya 30 mega watt (MW), yang ditargetkan selesai pada 2018," tutup Nasir.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads