Hasil Jokowi ke Papua Nugini, Impor Gas Sampai Jual Listrik

Hasil Jokowi ke Papua Nugini, Impor Gas Sampai Jual Listrik

- detikFinance
Selasa, 12 Mei 2015 17:35 WIB
Hasil Jokowi ke Papua Nugini, Impor Gas Sampai Jual Listrik
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta beberapa menteri melakukan kunjungan kerja ke Papua Nugini. Sejumlah kerjasama di sektor energi ditandatangani mulai dari impor gas bumi sampai perjanjian jual-beli listrik.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan, pihaknya telah mendantangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Minyak dan Energi Papua Nugini yang diwakili Menteri Luar Negeri, Rimbink Pato, dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) pada Perminyakan dan Sumber Daya Energi.

"Kerjasama ini meliputi kegiatan pelatihan dan pendidikan, pengembangan kurikulum, pelatihan untuk pengembangan infrastruktur, pemagangan untuk pelatihan petrokimia, pertukaran ahli, publikasi ilmiah bersama, serta kegiatan lain yang dapat disepakati bersama kedua belah pihak," kata Sudirman dalam keterangannya, Selasa (12/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, kedua negara juga bekerjasama di bidang eksplorasi migas, di mana apabila ditemukan cadangan migas di wilayah perbatasan kedua negara, eksplorasi dan ekploitasinya melibatkan kedua negara dalam unitisasi maupun operasinalnya.

"Selain itu kemudahan izin dan rencana pembelian gas dari Papua Nugini untuk memenuhi kebutuhan pabrik pupuk yang akan dibangun di wilayah Indonesia. Rencana ini merupakan solusi strategis mengingat ladang gas Papua Nugini sangat dekat dengan perbatasan," ungkapnya.

Dalam bidang ketenagalistrikan, salah satu komitmen kerja sama yang dilakukan adalah penandatangan kesepakatan jual beli tenaga listrik PLN dan PNG Power Limited (PPL). Penandatangan kesepakatan ini akan dilaksanakan setelah COD (Commercial Operation Date) PLTU 2 Papua-Jayapura Holtekamp 2 x 10 mega watt (MW).

"Di mana PLN telah menyetujui untuk menyediakan listrik sebesar 2 MW dari jaringan distribusi 20 KV dengan opsi PPL dapat bernegosiasi untuk upgrade kapasitas di masa yang akan datang setelah IPP PLTU Jayapura COD. Titik transaksi jual beli listrik dan metering antara PLN dan PPL di perbatasan Indonesia (Skouw) dan Papua New Guinea (Wutung)," terang Sudirman.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads