Cara Rusia Melistriki Daerah Pelosok, Bangun PLTN Terapung

Cara Rusia Melistriki Daerah Pelosok, Bangun PLTN Terapung

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 12 Mei 2015 18:15 WIB
Cara Rusia Melistriki Daerah Pelosok, Bangun PLTN Terapung
Foto: Reuters
Jakarta - Tidak hanya Indonesia yang daerah pelosoknya kesulitan listrik. Kondisi ini juga dialami Rusia, yang kesulitan memasok listrik untuk daerah di pulau terluar dan terpencil. Namun, Rusia sudah punya solusi untuk mengatasi hal tersebut, yakni dengan mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terapung.

Proyek PLTN terapung ini akan dimulai pada 2018, dan akan menjadi yang pertama di dunia. Untuk mewujudkan proyek ini, BUMN Nuklir Rusia Rosatom menugaskan anak usahanya Rusatom dan China National Nuclear Corporation (CNNC) New Energy sepakat untuk bekerjasama mengembangkan PLTN terapung ini.

Berdasarkan keterangan tertulis Rosatom yang diterima detikFinance, Selasa (12/5/2015), PLTN terapung tersebut sangat unit, PLTN ini tidak memiliki kapasitas besar, maksimal hanya 70 mega watt (MW) dan bisa dipindahkan ke mana-mana karena didirikan di atas kapal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi, seluruh produksi listrik akan berpusat di kapal yang bisa berlayar di lautan dan berlabuh di mana pun. Dari atas kapal itulah listrik akan dialiri ke rumah-rumah penduduk yang tinggi di wilayah sekitar tempat PLTN berlabuh. Dari prespektif ini, PLTN terapung ini konsepnya cocok bagi negara kepulauan seperti di Indonesia.

Pengayaan bahan bakar uranium yang digunakan untuk PLTN terapung ini, juga tidak akan melebihi batas tingkat yang telah ditentukan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA), dalam rezim non-proliferasi, yaitu 20%. Hal ini untuk memastikan penggunaan PLTN terapung berada di bawah hukum internasional.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads