Proyek PLTN terapung ini akan dimulai pada 2018, dan akan menjadi yang pertama di dunia. Untuk mewujudkan proyek ini, BUMN Nuklir Rusia Rosatom menugaskan anak usahanya Rusatom dan China National Nuclear Corporation (CNNC) New Energy sepakat untuk bekerjasama mengembangkan PLTN terapung ini.
Berdasarkan keterangan tertulis Rosatom yang diterima detikFinance, Selasa (12/5/2015), PLTN terapung tersebut sangat unit, PLTN ini tidak memiliki kapasitas besar, maksimal hanya 70 mega watt (MW) dan bisa dipindahkan ke mana-mana karena didirikan di atas kapal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengayaan bahan bakar uranium yang digunakan untuk PLTN terapung ini, juga tidak akan melebihi batas tingkat yang telah ditentukan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA), dalam rezim non-proliferasi, yaitu 20%. Hal ini untuk memastikan penggunaan PLTN terapung berada di bawah hukum internasional.
(rrd/dnl)











































