Mulai hari ini, masa tugas tim pemberantas mafia migas itu sudah selesai, setelah bekerja selama 6 bulan. Tim ini memang mencurigai tidak transparannya transaksi pembelian minyak dan BBM oleh Petral.
"Yang jelas, rekomendasi yang didengar dan dituntas. Penataan pengadaan minyak dibuat efisien, dibuat rambu agar nggak ada pemburu rente seperti Petral," ujar Faisal saat jumpa pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rekomendasi kami adalah salah satu anak usaha dialihkan ke ISC (Integrated Supply Chain). Ada anak usaha lain jadi trading company. Itu melebihi ekpektasi kami. Kemudian dukungan pemerintah hilangkan bensin RON 88. Beda soal waktu. Pertamina minta 2 tahun. Kami 6 bulan bisa," kata Faisal.
(dnl/ang)











































