Faisal Basri yang sebelumnya memimpin tim yang sering disebut Tim Anti Mafia Migas menjelaskan, bila sejak awal tim-nya tidak mengincar siapa mafia migas.
"Kami tidak menangkap (mafia migas) karena itu tugas polisi dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," ujar Faisal ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (13/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kami memberi resep untuk bagaimana menangkal mafia migas, melalui penguatan pengadaan yang memungkinkan kebun migas kita itu kita pagari, biar kokoh sehingga babi hutan (mafia migas) tidak memangsa kebun itu," katanya.
Ia menambahkan, saat ini Tim ini sudah menyelesaikan tugasnya, memberikan rekomendasi final kepada Menteri ESDM. Salah satu hal yang dirinya tidak lagi mau memimpin tim ini, karena ada hal yang tidak bisa dilakukan, salah satunya kemampuan melakukan audit forensik.
"Kita sudah menyelesaikan tugas pokok. Dan kalau kita berlanjut (memperpanjang masa jabatan tim), maka konsekuensinya kami makin tidak memiliki kompetensi. Misalnya audit forensik, kan sudah diserahkan ke unit tim khusus. Kami tidak mempunyai kemampuan audit forensik," tutup Faisal.
(rrd/hen)











































