"Harusnya (penundaan) tidak lama. Kita cari pola agar gejolak BBM tidak timbulkan dampak besar pada planning (perencanaan). Ini arahan Komisi VII (DPR) dan aspirasi masyarakat," jelas Menteri ESDM Sudirman di Istana Negara, Jakarta, Jumat (15/5/2015).
Pertamax merupakan bensin yang tidak disubsidi, dan penentuan harganya menjadi kewenangan Pertamina. Selama ini, SPBU pesaing Pertamina, yakni Shell atau Total juga bebas menentukan harga BBM masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, harusnya bensin Pertamax naik harganya, dari Rp 8.800/liter menjadi Rp 9.600/liter. Berikut surat rencana kenaikan harga Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamina Dex yang ditunda.
(dnl/hen)











































