"Untuk BBM (bahan bakar minyak) non subsidi, diminta agar jangan terlalu sering," kata Menteri ESDM Sudirman Said di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Nomor 18, Jumat (15/5/2015).
Sudirman mengatakan, bila harga Pertamax sering naik-turun, maka dianggap merepotkan masyarakat dalam perencanaan biaya bahan bakar. Apalagi hal ini juga menjadi amanah dari Komisi VII DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Direktur Utama PT Pindad (Persero) ini menambahkan, saat ini pemerintah sedang mengkaji prosedur pengumuman perubahan harga bahan bakar baik yang subsidi maupun non subsidi.
"Itu yang sedang dikaji dipisahkan pengumumannya," katanya.
Sudirman mengakui, saat ini harga BBM baik Premium, Solar, sampai Pertamax masih ada selisih antara harga yang ditetapkan dengan harga keekonomian. Hal ini berdampak kerugian bagi Pertamina. Namun, kerugian ini akan dikompensasi dengan kenaikan harga pada bulan berikutnya.
"Rapat pekan lalu, kita minta ke Pertamina, agar melihat beberapa selisihnya dikompensasi untuk harga ke depan. Gunanya agar masyarakat tidak terpengaruh gejolak harga. Agar kenaikan harga BBM tidak sepenuhnya karena mekanisme pasar," tutupnya.
(rrd/dnl)











































