Harga Solar Harusnya Rp 8.200/Liter

Harga Solar Harusnya Rp 8.200/Liter

- detikFinance
Jumat, 15 Mei 2015 14:41 WIB
Harga Solar Harusnya Rp 8.200/Liter
Jakarta - Tidak hanya harga Pertamax yang batal naik, tapi pemerintah juga masih menahan kenaikan harga solar subsidi Rp 6.900/liter. Harusnya sudah naik Rp 8.200/liter.

Pasalnya, berdasarkan surat Pertamina ke pengusaha SPBU terungkap harga keekonomian solar saat ini Rp 9.200/liter, dengan subsidi tetap pemerintah Rp 1.000/liter, artinya harga solar subsidi seharusnya Rp 8.200/liter. Selisih ini siapa yang menanggung?

"Kalau subsidi kita gunakan APBN Rp 1.000/liter untuk solar. Siapa yang akan tanggung? Nanti kita perhitungkan yang penting tidak membebani APBN," kata Menteri ESDM Sudirman Said ditemui di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan No 18, Jumat (15/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudirman mengatakan, selisih harga solar ini sementara akan ditanggung oleh Pertamina. Nantinya, pemerintah berjanji akan memberikan kompensasi kepada Pertamina dalam kenaikan harga bulan berikutnya.

"Untuk sementara membebani Pertamina, tetapi saya sudah jelaskan ada diskusi mekanisme kompensasi ke depan. Saya hargai usaha Pertamina untuk melakukan efisiensi dan saya jelaskan bagian dari pembenahan keseluruhan," kata Sudirman.

Ia menyadari, dengan murahnya harga solar yang dijual di SPBU saat ini, akan memberikan keuntungan kepada pihak yang membeli solar subsidi, termasuk orang kaya bahkan industri yang seharusnya tidak perlu disubsidi.

"Wajar ada pihak-pihak yang menikmati ketidakefisienan itu dan beraksi. Menurut saya, masyarakat tahu usaha ini akan mendapatkan hambatan jadi segala macam terjadi tetapi kita konsisten saja. Karena Ujungnya kita bekerja melayani masyarakat," tutup Sudirman.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads