"Waktu perjalanan kembali dari Papua Nugini, beliau sependapat kita untuk bergaul dengan market. Kita adalah one the biggest buyer, salah satu pembeli terbesar. Wajar bila kita menjalin hubungan dengan produsen dan eksportir," jelas Sudirman di kantornya, Jakarta, Jumat (15/5/2015).
Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi pagi tadi, Sudirman kembali menyampaikan soal rencananya hadir dalam dalam sidang OPEC yang dilaksanakan pada 3-4 Juni 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Indonesia secara resmi keluar dari OPEC pada September 2008, setelah produksi minyaknya terus turun hingga di bawah 1 juta barel per hari. Indonesia bahkan sudah tercatat sebagai net oil importer atau importir minyak.
(dnl/rrd)











































