"Memang ada selisih harga Pertamax saat ini, dengan harga Pertamax keekonomian (harga pasar)," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, kepada detikFinance, Jumat (15/5/2015).
Seperti diketahui, sebelumnya Pertamina mengungkapkan harga Pertamax harusnya naik Rp 9.600 per liter, dengan rincian, harga dasar Pertamax Rp 8.347,826, ditambah PBBKB Rp 417,391 dan PPN Rp 834,783. Sehingga harga jualnya Rp 9.600/liter
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wianda mengatakan, permasalah ini sudah disampaikan ke pemerintah. Pemerintah sendiri paham sekali kondisi tersebut, apalagi harga Pertamax merupakan kewenangan badan usaha. Kenaikan Pertamax sebelumnya direncanakan, karena harga impor minyak yang naik, dan kurs rupiah yang melemah terhadap dolar AS.
"Hal ini sudah kita sampaikan ke Pemerintah. Pemerintah sendiri paham posisi Pertamina. Nanti tidak akan lama lagi penyesuaian harga Pertamax dilakukan," tutup Wianda.
(rrd/dnl)











































