Hasil dari pertemuan tersebut, Jokowi memberikan waktu selama sebulan agar ada kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak terkait Blok Mahakam yang kontraknya berakhir pada akhir 2017 nanti.
"Presiden berikan waktu selambatnya sebulan dari sekarang, harus ada kesepakatan yang saling menguntungkan," kata Menteri ESDM Sudirman Saidβ saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakpus, Jumat (15/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal pembagian saham, menjadi topik yang akan kita diskusikan lebih jauh," lanjut Sudirman.
βDalam kesempatan ini, Patrick juga menjanjikan kepada Jokowi tidak akan menghentikan investasinya di Indonesia. Sudah hampir 50 tahun perusahaan ini investasi di sektor hulu migas di Indonesia khususnya ketika mengelola Blok Mahakam.
β"Karena sekarang βsaatnya mencari solusi terbaik bagi kepentingan Indonesia," ungkap Patrick.
Sebelumnya Total E&P Indonesia siap kembali ikut mengelola Blok Mahakam, Kalimantan Timur, bila diajak Pertamina bekerjasama mengelola blok gas terbesar di Indonesia tersebut. Bahkan, perusahaan asal Prancis tersebut menawarkan saham blok migasnya yang ada di beberapa negara kepada Pertamina.
Seperti diketahui, kontrak pengelolaan Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation di Blok Mahakam berakhir pada 31 Desember 2017. Pemerintah Indonesia sudah memutuskan untuk memberikan hak pengelolaan Blok tersebut ke Pertamina.
Blok Mahakam merupakan penghasil gas utama atau terbesar di Indonesia. Agar produksinya tidak anjlok Pemerintah mengharapkan agar ada masa transisi, di mana Pertamina masuk ikut mengelola blok mahakam sebelum kontrak berakhir.
Namun Total menegaskan, masa transisi sebelum kontrak berakhir tidak ada dalam kontrak PSC Blok Mahakam. Total meminta pemerintah tetap menghormati kontrak tersebut.
(mok/rrd)











































