CEO Total Datangi Jokowi di Istana, Ini Hasilnya

CEO Total Datangi Jokowi di Istana, Ini Hasilnya

- detikFinance
Jumat, 15 Mei 2015 18:19 WIB
CEO Total Datangi Jokowi di Istana, Ini Hasilnya
Jakarta - Chief Eksekutif Officer (CEO) of Total Group Patrick Pouyanne hari ini mengunjungi Istana Presiden untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satu yang dibahas terkait peralihan Blok Mahakam di Kalimantan Timur, dari Total E&P Indonesie ke PT Pertamina (Persero) pada 1 Januari 2018.

Hasil dari pertemuan tersebut, Jokowi memberikan waktu selama sebulan agar ada kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak terkait Blok Mahakam yang kontraknya berakhir pada akhir 2017 nanti.

"Presiden berikan waktu selambatnya sebulan dari sekarang, harus ada kesepakatan yang saling menguntungkan," kata Menteri ESDM Sudirman Saidβ€Ž saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakpus, Jumat (15/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€ŽKesepakatan yang dimaksud, supaya Total bisa terus berinvestasi di Indonesia dan Total juga harus bisa mentransfer teknologi kepada Pertamina. Harapannya agar Pertamina sudah siap ketika akhirnya menjadi operator sepenuhnya dari Blok Mahakam pada 2018.

"Soal pembagian saham, menjadi topik yang akan kita diskusikan lebih jauh," lanjut Sudirman.

β€ŽDalam kesempatan ini, Patrick juga menjanjikan kepada Jokowi tidak akan menghentikan investasinya di Indonesia. Sudah hampir 50 tahun perusahaan ini investasi di sektor hulu migas di Indonesia khususnya ketika mengelola Blok Mahakam.

β€Ž"Karena sekarang β€Žsaatnya mencari solusi terbaik bagi kepentingan Indonesia," ungkap Patrick.

Sebelumnya Total E&P Indonesia siap kembali ikut mengelola Blok Mahakam, Kalimantan Timur, bila diajak Pertamina bekerjasama mengelola blok gas terbesar di Indonesia tersebut. Bahkan, perusahaan asal Prancis tersebut menawarkan saham blok migasnya yang ada di beberapa negara kepada Pertamina.

Seperti diketahui, kontrak pengelolaan Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation di Blok Mahakam berakhir pada 31 Desember 2017. Pemerintah Indonesia sudah memutuskan untuk memberikan hak pengelolaan Blok tersebut ke Pertamina.

Blok Mahakam merupakan penghasil gas utama atau terbesar di Indonesia. Agar produksinya tidak anjlok Pemerintah mengharapkan agar ada masa transisi, di mana Pertamina masuk ikut mengelola blok mahakam sebelum kontrak berakhir.

Namun Total menegaskan, masa transisi sebelum kontrak berakhir tidak ada dalam kontrak PSC Blok Mahakam. Total meminta pemerintah tetap menghormati kontrak tersebut.

(mok/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads