Tingkatkan Produksi, Petrochina Gencar Ngebor Sumur Migas

Tingkatkan Produksi, Petrochina Gencar Ngebor Sumur Migas

- detikFinance
Senin, 18 Mei 2015 18:33 WIB
Tingkatkan Produksi, Petrochina Gencar Ngebor Sumur Migas
Tuban - Untuk menekan angka produksi yang terus menurun, operator Minyak dan Gas Bumi (Migas), Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), berusaha mencari cadangan baru. Salah satunya aktif melakukan eksplorasi.

Eksplorasi yang dilakukan salah satunya sumur Karang Mudi, yang ada di Dusun Mejeruk, Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Pengeboran itu diharapkan berhasil menemukan cadangan minyak, sehingga dapat meningkatkan produksi minyak nasional.

"Kegiatan ekplorasi ini kita lakukan untuk mendapatkan cadangan baru," kata Field Operating Superintendent (FSO) JOB PPEJ, Fauzy A Mayanullah, Senin (18/5/2015).

"Pengerjaan yang sudah berlangsung empat bulan lebih, sebentar lagi akan memasuki zona yang ditargetkan," sambung Fauzy di hadapan warga yang ikut doa bersama di areal sumur Karang Mudi 1.

Saat ini produksi minyak mentah JOB PPEJ di blok Tuban hanya sekitar 23.000 Barel per hari (Bph). Padahal beberapa tahun sebelumnya, perusahan patungan antara Pertamina dan PetroChina ini, sempat sukses mencapai angka produksi hingga 40.000 Bph.

Fauzy mengatakan, menurunnya angka produksi disebabkan sumber daya alam yang semakin habis setelah bertahun-tahun dieksploitasi. Untuk itu JOB PPEJ merasa perlu mencari cadangan minyak baru untuk meningkatkan produksi.

Ekplorasi sumur Karang Mudi oleh JOB PPEJ kali ini bisa dibilang ramah lingkungan. Sebab penelusuran posisi batuan yang diperkirakan sumber cadangan dengan kegiatan Vertical Seismic Profiling (VSP) dan kegiatan Uji Kandungan Lapisan (UKL) tidak menggunakan bahan peledak atau dinamit.

Kegiatan ini hanya menggunakan sumber getar dari listrik yang kemudian menimbulkan dan mengantarkan gelombang yang menjalar dalam lapisan-lapisan batuan di bawah permukaan. Tentang getaran selama kegiatan VSP dan UKL dirancang hanya sejauh 50 meter dari sumber getar.

"Hanya terasa seperti gempa kecil. Atau malah bahkan tidak terasa sama sekali untuk yang radiusnya lebih dari 50 meter. Dan diharapkan hal ini tidak memberikan dampak yang berarti terhadap lingkungan sekitar," jelas Fauzy.

"Dari data rambatan gelombang tersebut dapat diketahui jenis dan lapisan batuan yang dilaluinya sekaligus untuk membandingkan dengan data atau hasil evaluasi sebelumnya guna memastikan apakah benar merupakan tempat sumber cadangan Migas terperangkap,” lanjutnya.

Sementara itu, Field Admin Superintendent (FAS) JOB PPEJ, Akbar Pradima, mengharapkan doa dan dukungan masyarakat sekitar. Sebab, keberhasilan JOB PPEJ menemukan cadangan minyak baru akan berdampak untuk kesejahteraan masyarakat.

"Keberhasilan JOB PPEJ adalah kontribusi keberhasilan kepada pemerintah untuk peningkatan produksi Migas nasional demi memenuhi kebutuhan masyarakat, yang pada akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat umumnya, dan kesejahteraan warga Bulurejo khususnya," tegasnya.

(Rista Rama Dhany/Rista Rama Dhany)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads