"Gara-gara Petral dibubarkan, ibarat sarang tawon, kita bakar, tawonnya bubar semua. Jadi kelihatan ada yang emosional. Di sekeliling istana juga ada yang bergerak untuk melakukan macam-macam itu," jelas Faisal hari Minggu lalu.
Selama 6 bulan mengurus tim yang telah bubar tersebut, Faisal mengaku telah memberikan nama-nama dalang mafia migas, yang selama ini mengacaukan industri migas di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ternyata ada kaitannya dengan SKK Migas juga. Jadi operasinya di SKK Migas dan hilir juga. Ini serahkan lah ke penegak hukum karena harus sesuai kaidah hukum yang berlaku. Kita bukan mengumbar sesuatu yang belum bisa ditanggungjawabkan. Jadi, kami memastikan bagaimana mafia tidak bergerak dengan leluasa lagi dengan memagari dan menguras 'akuarium'," jelas dia.
Menteri ESDM Sudirman Said menilai, langkah pembubaran Petral bukan hal yang luar biasa. Pembubaran tersebut memang harus dilakukan sebagai antisipasi menjamurnya sarang mafia di sektor migas.
"Saya ditanya kok berani? Loh, kok nggak beraninya dari mana? Ini bukan sesuatu yang luar biasa, kalau mafia itu kan ter-organize, di mana tidak hanya regulasi, tapi politisi bayar keamanan, ini soal keberanian memberantas yang menyogok, menurut saya bukan hal luar biasa, modalnya penegaan (tega), ini sesuatu yang sederhana," tegas Sudirman.
Sudirman menjelaskan, pembubaran Petral merupakan hal yang sudah lama didiskusikan. Malah, sebelum dirinya diangkat menjadi menteri, pertanyaan awal yang dilontarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah soal Petral.
Petral ini, kata Sudirman, sejak dipegang menteri zaman pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), masalahnya selalu gagal di kantor presiden (istana).
"Itulah sebabnya saat saya dipanggil presiden sebelum jadi menteri, pertanyaan pertama, bagaimana soal Petral, saya jawab, dulu soal Petral, selesainya di sini (di kantor presiden) presiden tidak setuju, jadi selesai di sini. Ini transaksi besar dan dikaitkan dengan politik," ucap dia.
Menanggapi hal ini, mantan Presiden SBY merasa difitnah dan meminta klarifikasi dari Menteri ESDM Sudirman Said.
Soal Petral, detikFinance pernah menulis kisah pertemuan SBY saat menjadi Presiden dengan Dahlan Iskan yang saat itu menjabat Menteri BUMN yang membahas Petral.
(dnl/rrd)











































