Julukan Petral: Sarang Tawon dan Belut Berbisa

Julukan Petral: Sarang Tawon dan Belut Berbisa

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2015 11:22 WIB
Julukan Petral: Sarang Tawon dan Belut Berbisa
Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membubarkan PT Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Pembubaran tersebut salah satunya diduga karena selama ini anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut merupakan sarang mafia minyak dan gas bumi (migas).

Bahkan perusahaan yang berdomisili di Singapura tersebut, mendapat dua julukan yakni 'sarang tawon' dan 'belut berbisa di kolam oli'.

Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri pernah mengatakan, pembubaran Petral yang diindikasikan banyak dipenuhi sarang mafia migas, merembet pada kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gara-gara Petral dibubarkan, ibarat sarang tawon, kita bakar, tawonnya bubar semua. Jadi kelihatan ada yang emosional. Di sekeliling istana juga ada yang bergerak untuk melakukan macam-macam itu. Kaitan dengan premium, ini mau menunjukkan jika menteri ESDM mau menciptakan kerusuhan," ungkap Faisal minggu lalu.

Hal yang hampir sama diungkapkan Staf Ahli Menteri ESDM, Said Didu. Ia mengatakan, rencana pembubaran Petral sudah sejak 2006, namun baru di era Pemerintahan Presiden Jokowi hal tersebut bisa terealisasi. Pasalnya dari dulu Petral itu sangat sulit dibubarkan, perusahaan ini ibarat belut berbisa di kolam oli.

"Yang dari dulu Petral diibaratkan berupa kolam oli yang berisi belut berbisa," ujar Said

Menurut Said, saat itu Pertamina membentuk Integrated Supply Chain (ISC) atas kesepakatan bersama dengan Kementerian BUMN, dan tujuannya untuk menggantikan peran Petral secara bertahap dalam pengadaan impor minyak dan BBM.

"Pimpinan ISC saat itu adalah Sudirman Said (saat ini Menteri ESDM). Baru jalan sampai 2009 justru ISC dihentikan, Sudirman Said diberhentikan. Jadi Sudirman Said salah satu yang tergigit belut berbisa dari kolam oli. ISC ditutup, Petral jalan kembali," ungkapnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads