'5 Tahun Terakhir Indonesia Gagal Capai Target Produksi Migas'

'5 Tahun Terakhir Indonesia Gagal Capai Target Produksi Migas'

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 20 Mei 2015 13:44 WIB
5 Tahun Terakhir Indonesia Gagal Capai Target Produksi Migas
Jakarta - Produksi migas Indonesia tiap tahun makin menurun, bahkan dalam 5 tahun terakhir produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional tidak mencapai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal tersebut seperti diungkapkan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Indoryono Soesilo, yang membacakan pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) di acara Indonesia Petroleum Association (IPA) Convex 2015. Jokowi menyebut bahwa dalam 5 tahun Indonesia gagal mencapai target produksi minyak.

"Sasaran sejak 5 tahun terakhir, target produksi migas belum pernah tercapai, sehingga perlu dicari cara agar bisa tercapai tahun ini," kata Indroyono pada pembukaan acara IPA Convention and Exibition 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (20/5/2015).
β€Ž
Dari catatan β€ŽSatuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), produksi atau lifting minyak dan gas bumi (migas) di 2011 hanya 898.000 barel per hari atau hanya 95,02%, di bawah target APBN-Perubahan 2011 sebesar 945 ribu barel per hari.β€Ž

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 2012 juga kembali terulang, begitu juga di 2013 yang hanya terealisasi sebesar 98,4% atau setara 1,218 juta barel per hari dari target 1,24 juta barel per hari, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013,

Untuk itu, Pemerintah mulai tahun ini harus benar-benar melakukan langkah nyata agar ketertinggalan di masa lalu bisa dikejar di masa sekarang.

Langkah nyata yang dimaksud pun, lanjutnya, tidak bisa hanya dilakukan dengan langkah-langkah biasa seperti masa lalu tetapi harus dilakukan dengan cara yang luar biasa.

"Saya ingin garisbawahi tentang prioritas pembangunan kita. Migas adalah hal penting selain batu bara dan energi baru terbarukan. Kita harus meningkatkan produksi dibarengi peningkatan sumber cadangan baru," tandasnya.

(dna/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads