"Tidak ada upaya Pemerintah melunak dan menyerahkan kembali Blok Mahakam ke Total (Total E&P Indonesie). Keputusan pemerintah sudah bulat," tegas Sudirman usai menghadiri acara IPA Convention and Exhibition 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (20/5/2015).
Pernyataan tegas ini merupakan respon terhadap pandangan miring terkait pertemuan Chief Eksekutif Officer (CEO) of Total Group Patrick Pouyanne dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara beberapa waktu lalu.
β
Pertemuan tersebut disalah artikan sejumlah pihak sebagai melunaknya sikap Jokowi, untuk kembali mengizinkan Total E&P mengelola Blok Mahakam.
"Total menemui Presiden untuk mengkonfimrasi kesiapan mereka menerima keputusan mulai 1 januari 2018 Indonesia (beralih ke Pertamina) akan menjadi operator Mahakam. Meskipun 2018 mereka selesai tapi tetap komit meneruskan investasi menuju akhir tahun," tegas dia.
Sudirman juga menjelaskan, bahwa dari pertemuan tersebut juga dihasilkan kesepakatan bahwa Total menyerahkan sepenuhnya pada pemerintah Indonesia tentang bagaimana mengatur saham.
"Jadi bukan Presiden Jokowi melunak dan merestui Total kembali mengelola utama," pungkas dia.
(Dana Aditiasari/Rista Rama Dhany)











































