Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, eks pegawai petral secara otomatis akan bekerja di Pertamina. "Karyawan petral ya jadi karyawan Pertamina. Asetnya (Petral) menjadi aset Pertamina," ujar Dwi ditemui usai menghadiri acara IPA Convention and Exhibition 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (20/5/2015).
Dwi tak menjelaskan ke unit kerja mana nantinya eks karyawan Petral ini akan ditugaskan di Pertamina. Status karyawan eks Petral pun akan setara dengan status karyawan Pertamina yang punya hak untuk mendapat penilaian kinerja. Bisa dipertahankan bila kinerja baik, dan bisa 'didepak' bila kinerja buruk.
β
"Siapa-siapa yang tidak in line (sejalan) dengan upaya efisiensi harus minggir. Termasuk karyawan Pertamina. Karyawan siapa saja harus in line dengan upaya efisiensi. Pokoknya karyawan-karyawan lama pun kalau tidak melakukan perubahan kita akan minggirkan," kata Dwi.
Meski demikian, ia menegaskan, secara kelembagaan Petral sudah benar-benar dibubarkan. Ia menolak, bila disebut bahwa pembubaran Petral hanyalah aksi ganti baju karena karyawan eks petral tetap dipertahankan.
"Oh nggak (bukan aksi ganti baju). Kita kan bisa melihat kan, apa yang terjadi dengan karyawan esk Petral. Manajemen kan bisa melihat, apakah dia in line dengan upaya efisiensi. Kalau nggak ya seperi yang saya bilang tadi. Akan diminggirkan. Dan sebenarnya karyawan Petral itu ya pegawai Pertamina juga," pungkas dia.
Seperti diketahui, untuk urusan impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) dilakukan Pertamina sendiri, melalui unit Integrated Supply Chain (ISC).
(Dana Aditiasari/Rista Rama Dhany)











































