Hal tersebut terungkap, ketika Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Hanura Inas Nasrullah Zubir menanyakan dari mana data-data yang didapat Faisal selama ini, sehingga menyimpulkan ada permainan mafia migas.
"Bapak punya data-data soal semua list kejanggalan yang dilakukan Pertamina Energy Service (PES/anak usaha Petral), dan kalau ada mafia migas?" tanya Inas ke Faisal, dalam rapat dengar pendapat umum, di Komisi VII DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2015).
Faisal menegaskan, dia memiliki semua data-data permainan mafia migas dan di Petral.
"Ada," tegasnya.
Berikut petikan tanya jawab antara Inas dan Faisal Basri.
Inas: Bapak dapat datanya dari trader atau dari mana?
Faisal: Ada yang dari trader, ada draft MoU Petral dengan beberapa National Oil Company (NOC).
Inas: Dari mana Bapak dapat draf itu?
Faisal: Saya nyolong Pak!
Inas: Kok nyolong?
Faisal: Kalau kami kerja resmi, kami nggak akan dapat apa-apa, jadi kami nerobos.
Malam ini Komisi VII DPR memanggil para anggota mantan Tim Reformasi Tata Kelola Migas untuk menanyakan terkait mafia migas dan pembubaran Petral. Hadir 18 anggota Komisi VII dan tiga anggota Tim yakni Faisal Basri, Parullian, dan Djoko Siswanto.
(Rista Rama Dhany/Wahyu Daniel)











































