Menurut Faisal, bukan wewenangnya menyebut nama-nama mafia migas. Apalagi sampai disebarkan ke masyarakat umum.
Ia pun mengaku, sangat berhati-hati, karena apabila nama-nama mafia tersebut bocor ke masyarakat sebelum bukti-bukti lengkap, maka kerja kerasnya akan sia-sia.
"Kalau saya sebutkan, risiko ada di saya. Bukan berarti saya pengecut, tapi kalau saya sebutkan sekarang mereka bisa mempersiapkan diri lalu saya dituduh mencemarkan nama baik," ungkap dia usai memenuhi panggilan Komisi VII DPR tersebut, Rabu malam (20/5/2015).
Ia mengatakan, semua nama dan bukti awal sudah sepenuhnya diserahkan ke pihak penegak hukum. Pembuktian nama-nama tersebut akan dilakukan oleh aparat penegak hukum, dengan bukti yang lebih lengkap.
"Saya ini kan terbatas. Mencari data saja saya nyolong-nyolong (mencuri-curi). Kalau aparat penegak hukum kan mereka bisa pakai cara lebih resmi. Bukti-bukti awal, temuan saya ini kan bisa jadi panduan saja. Kalau dilengkapi bukti-bukti dari penegak hukum makin komplit datanya maka akan mudah terbongkar. Makanya saya usul ada audit forensik," tegas dia.
(Dana Aditiasari/Angga Aliya)











































