Faisal Basri: Aneh, 2 Jam Sebelum Kilang Mati Mafia Sudah Tahu

Faisal Basri: Aneh, 2 Jam Sebelum Kilang Mati Mafia Sudah Tahu

Dana Aditiasari - detikFinance
Kamis, 21 Mei 2015 10:52 WIB
Faisal Basri: Aneh, 2 Jam Sebelum Kilang Mati Mafia Sudah Tahu
Jakarta - Cadangan BBM Indonesia saat ini terbatas hanya untuk 18 hari. Kondisi ini terus mengancam ketahanan energi, belum lagi bila ada satu kilang minyak tak beroperasi karena perawatan atau kerusakan.

Mantan Ketua Tim Reformasi dan Tata Kelola Migas, Faisal Basri mengatakan, cadangan BBM yang sedikit ini membuat Indonesia menjadi mainan mafia.

"Kalau kilang mati satu, dan anehnya 2 jam sebelum mati itu kilang mafia sudah tahu. Nah itu juga yang aneh. Sehingga begitu kilang mati harga minyak langsung otomatis naik untuk Indonesia, karena market tahu Indonesia nggak punya cadangan. Cadangan kita hanya 18 hari," jelas Faisal di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu malam (20/5/2015).

Karena itu, Faisal menyarankan pemerintah memperhatikan soal ketahanan energi, khususnya BBM ini dengan cara meningkatkan kapasitas storage atau tangki penyimpanan cadangan BBM.

Faisal juga tidak setuju dengan proyek peningkatan kapasitas kilang tua atau RDMP (Refining Development Masterplan Program) yang dilakukan Pertamina. Karena, biayanya mahal, dan bisa menekan Pertamina secara keuangan. Lebih baik, menurut Faisal, Pertamina menambah kapasitas tangki penyimpanan BBM.

"RDMP itu US$ 25 miliar. Uangnya dari mana? Pasti dengan JV (joint venture). JV-nya dua tahap. Jadi Pertamina dengan lembaga keuangan bikin perusahaan x. Perusahaan X kerjasama lagi dengan perusahaan Y yang asing juga. Jadi minoritas Pertamina ini. Nah jadi, apakah kita punya kilang tapi pemiliknya minoritas Pertamina. Nah hal ini yang menyebabkan kenapa saya lebih berat untuk memperjuangkan storage ini. Bagaimana kita punya cadangan," tutur Faisal.

(Wahyu Daniel/Rista Rama Dhany)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads